Nama-Nama Domain Khusus Di Indonesia Dan Sejarahnya

Sebagai web developers atau seorang blogger kita wajib mengetahui apa itu domain. Yap, domain (bahasa Inggris: domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet.

Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya "google.com". Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website terkadang juga ada yang salah kaprah menyebutnya link walaupun tidak kata "link" untuk menyebutkan domain tidak sepenuhnya salah.

Pada awalnya nama domain hanya dapat dituliskan dengan ke-26 abjad Latin, namun saat ini telah dimungkinkan untuk menggunakan abjad asing dengan Internasionalisasi nama domain. Sistem nama domain (DNS) adalah aturan yang dipakai dalam sistem penamaan dari nama domain ini. Nah, pada artikel ini saya akan memperkenalkan berbagai nama domain khusus untuk negara indonesia, sebagai orang indonesia kita wajib mengetahui apa saja nama domain di Indonesia dan apa fungsi dari nama-nama domain tersebut:

1. Domain berakhiran .id

Tentu saja domain ini adalah domain terpopuler di Indonesia, dari namanya saja sudah terindikasi dari nama Indonesia. Domain .id adalah top-level domain kode negara Internet untuk Indonesia. Sejak 1 September 2005, domain .id dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia. Sebelumnya domain .id dikelola melalui kerjasama antara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan pengelola domain .id (ccTLD-ID). 

Nama-Nama Domain Khusus Di Indonesia Dan Sejarahnya
Mulai 1 Mei 2007 pengelolaan domain .id sepenuhnya berada di tangan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk komunitas teknologi informasi di Indonesia. Pendaftaran domain .id membutuhkan dokumen identitas Indonesia seperti KTP, SIM atau Paspor. Pada 17 Agustus 2014, registrasi untuk second-level domain telah terbuka untuk umum dan registrasi dapat dibuat secara langsung di bawah .id tanpa awalan. Dengan diluncurkannya domain .id sebagai Ranah Internet tingkat teratas, domain apapun.id sudah dapat didaftarkan pada semua registrar PANDI dan penjual domainnya.

2. Domain berakhiran .co.id

Domain berakhiran .co.id adalah nama domain yang biasa digunakan untuk badan usaha, bahkan bisa juga untuk komersial. Untuk pendaftaran domain co.id anda harus mempunyai paling minimal tanda bukti pengenal (ktp) namun pada jasa penjualan tertentu ada yang mewajibkan siup/npwp untuk pendaftaran domain ini.

3. Domain berakhiran .net.id

Domain berakhiran .net.id adalah domain yang digunakan untuk penyedia jasa telekomunikasi yang sudah berlisensi atau mempunyai izin usaha dari negara Indonesia.

4. Domain berakhiran .go.id

Domain berakhiran .go.id (government indonesia) digunakan untuk lembaga atau organisasi atau institusi milik pemerintah, contoh dari domain ini adalah kalbar.go.id, kpai.go.id, dll.

5. Domain berakhiran .mil.id

Domain berakhiran .(militer indonesia) adalah domain yang digunakan untuk institusi militer.

6. Domain berakhiran .ac.id

Domain berakhiran .ac.id digunakan untuk organisasi akademik, universitas/kampus, perguruan tinggi negara, dan sebagainya. Contoh website dengan domain ini: ui.ac.id, ugm.ac.id, dll.

7. Domain berakhiran .sch.id

Domain berakhiran .sch.id adalah domain yang digunakan untuk sekolah, contoh: smpn1pontianak.sch.id, smk1bandung.sch.id, dll.

8. Domain berakhiran .or.id

Domain berakhiran .or.id digunakan untuk organisasi umum dan komersial.

9. Domain berakhiran .web.id

Domain berakhiran .web.id ini sepertinya sudah cukup populer dikalangan warga indonesia karena sudah banyak sekali yang menggunakannya. Web.id (website.id) ini dapat digunakan pada web pribadi maupun komunitas, sama seperti akhiran .id selain itu web.id juga disediakan untuk komersial.

10. Domain berakhiran .my.id

Domain berakhiran .my.id adalah domain yang digunakan pribadi atau komunitas, sama seperti web.id hanya saja tidak sepopuler web.id.

11. Domain berakhiran .biz.id

Domain berakhiran .biz.id ini dapat digunakan untuk komersial, badan usaha, dan sebagainya.

12. Domain berakhiran .desa.id

Domain berakhiran .desa.id digunakan untuk etentitas, organisasi ataupun lembaga pedesaan. Contoh web yang menggunakan domain desa.id adalah koperasi desa, kantor desa, dll.

13. Domain berakhiran .war.net.id (sudah tidak aktif)

Domain berakhiran .war.net.id digunakan untuk warung warnet indonesia, namun karena domain ini tidak terlalu menonjol dalam penggunaan maka domain ini sekarang sudah tidak aktif atau sudah tidak digunakan lagi.

Itulah 13 nama domain yang ada di negara Indonesia, saya sendiri sudah menggunakan 2 nama domain Indonesia yaitu blog ini sendiri sudah menggunakan domain eris.web.id dan blog saya yang satunya menggunakan domain erislabs.id. Demikian artikel ini saya buat, semoga dapat berguna dan bermanfaat terutama untuk menambah wawasan tentang domain-domain di Indonesia, Terima kasih.

Keyboard Shortcut/Tombol Pintasan Pada Mozilla Firefox

Mozilla firefox adalah salah satu browser sejuta umat, popularitasnya sudah tidak di ragukan lagi, saya sendiri merupakan salah satu dari user (pengguna) mozilla firefox sejak versi pertama firefox release dulu dan terus menggunakan browser ini sampai sekarang walaupun ada juga browser lain yang saya instal.

Nah pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan artikel tentang "Keyboard Shortcut/Tombol Pintasan Pada Mozilla Firefox". Banyak dari pengguna firefox yang belum mengetahui tombol pintasan serta fungsi dari tombol pintasan pada browser firefox ini. Dengan mengetahui fungsi dari tombol pintasan pada keyboard dapat mempermudah dan mempercepat pekerjaan atau proses browsing anda tanpa anda sadari. Nah, berikut ini saya akan membagikan semua kombinasi tombol keyboard atau keyboard shortcut untuk firefox:

Keyboard Shortcut/Tombol Pintasan Pada Mozilla Firefox

1. Tombol pintasan untuk navigasi serta fungsinya

Kembali/back: tekan Alt + ← atau tekan Backspace
Redo/Forward: tekan Alt + → atau Shift + Backspace
Home: tekan Alt + Home
Open File: tekan Ctrl + 0
Reload/segarkan: tekan Ctrl + R atau tekan F5
Reload dan menghapus cache: tekan Ctrl + F5 atau Ctrl + Shift + R
Stop: tekan Esc

2. Tombol pintasan pada halaman yang sedang dibuka

Geser halaman ke bawah: tekan Page Down
Geser halaman ke atas: tekan Page Up
Pergi kepaling bawah halaman web: tekan End
pergi kepaling atas halaman web: tekan Home
Move to next frame: tekan F6
Move to previous frame: tekan Shift + F6
Print: tekan Ctrl + P
Save halaman: tekan Ctrl + S
Zoom In (memperbesar): tekan Ctrl + [+]
Zoom Out (memperkecil): tekan Ctrl + [-]
Zoom reset: Tekan Ctrl + 0

3. Tombol pintasan untuk editing

Copy: tekan Ctrl + C
Cut: tekan Ctrl + X
Paste: tekan Ctrl + V
Paste sebagai teks biasa: tekan Ctrl + Shift + P
Delete: tekan Del
Redo: tekan Ctrl + Y
Select all: tekan Ctrl + A
Undo: tekan Ctrl + Z

4. Tombol pintasan untuk pencarian

Find/mencari: tekan Ctrl + F
Find again: tekan F3 atau Ctrl + G
Find previous: tekan Shift + F3 atau Ctrl + Shift + G
Quick find within link-text only: tekan '
Quick find: tekan /
Close the find or quick find bar: tekan Esc
Focus search bar: tekan Ctrl + K atau Ctrl + E
Quickly switch between search engines: Tekan Ctrl + ↑ atau Ctrl + ↓
View menu to switch, add or manage search engines: Tekan Alt + ↑ atau Alt + ↓ atau F4

5. Tombol pintasan untuk Windows dan Tab

Close Tab: tekan Ctrl + W atau Ctrl + F4
Close Window: tekan Ctrl + Shift + W atau Alt + F4
Move Tab in focus: tekan Left Ctrl + Shift + Page Up
Move Tab in focus Right: tekan Ctrl + Shift + Page Down
Move Tab in focus to start: tekan Ctrl + Home
Move Tab in focus to end: tekan Ctrl + End
Mute/Unmute Audio: tekan Ctrl + M
New Tab: tekan Ctrl + T
New Window: tekan Ctrl + N
New Private Window: tekan Ctrl + Shift + P
Next Tab: tekan Ctrl + Tab atau Ctrl + Page Down
Open Address in New Tab: tekan Alt + Enter
Previous Tab: tekan Ctrl + Shift + Tab atau Ctrl + Page Up
Undo Close: tekan Tab Ctrl + Shift + T
Undo Close Window: tekan Ctrl + Shift + N
Select Tab 1 to 8: tekan Ctrl + 1 to 8
Select Last Tab: tekan Ctrl + 9
Tab Groups View: tekan Ctrl + Shift + E
Close Tab Groups View: tekan Esc
Next Tab Group: tekan Ctrl + `
Previous Tab Group: tekan Ctrl + Shift + `

6. Tombol pintasan untuk history (penting dan perlu diingat)

History sidebar: tekan Ctrl + H
Library window (History): tekan Ctrl + Shift + H
Clear History/Cache/Cookies: tekan Ctrl + Shift + Del

7. Tombol pintasan untuk bookmarks

Bookmark All Tabs: tekan Ctrl + Shift + D
Bookmark This Page: tekan Ctrl + D
Bookmarks sidebar: tekan Ctrl + B atau Ctrl + I
Library window (Bookmarks): tekan Ctrl + Shift + B

8. Tombol pintasan untuk tools

Menu Downloads: tekan Ctrl + J
Add-ons: tekan Ctrl + Shift + A
Toggle Developer Tools: tekan F12 atau Ctrl + Shift + I
Web Console: tekan Ctrl + Shift + K
Inspector: tekan Ctrl + Shift + C
Debugger: tekan Ctrl + Shift + S
Style Editor: tekan Shift + F7
Profiler: tekan Shift + F5
Network: tekan Ctrl + Shift + Q
Developer Toolbar: tekan Shift + F2
Responsive Design View: tekan Ctrl + Shift + M
Scratchpad: tekan Shift + F4
Page Source: tekan Ctrl + U
Browser Console: tekan Ctrl + Shift + J

9. Tombol pintasan untuk PDF Viewer

Next page: tekan N atau J atau
Previous page: tekan P atau K atau
Zoom in: tekan Ctrl + [+]
Zoom out: tekan Ctrl + [-]
Automatic Zoom: tekan Ctrl + 0
Rotate the document clockwise: tekan R
Rotate counterclockwise: tekan Shift + R
Switch to Presentation Mode: tekan Ctrl + Alt + P
Toggle Hand Tool: tekan H
Focus the Page Number input box: tekan Ctrl + Alt + G

10. Tombol pintasan untuk Miscellaneous

Complete .com Address: tekan Ctrl + Enter
Complete .net Address: tekan Shift + Enter
Complete .org Address: Ctrl + Shift + Enter
Delete Selected Autocomplete Entry: tekan Del
Toggle Full Screen: tekan F11
Toggle Menu Bar activation (showing it temporarily when hidden): tekan Alt atau F10
Show/Hide Add-on Bar: tekan Ctrl + /
Caret Browsing: tekan F7
Select Location Bar: tekan F6 atau Alt + D atau Ctrl + L

11. Tombol pintasan untuk Media Shortcut

Toggle Play/Pause: tekan Space bar
Decrease volume: tekan
Increase volume: tekan
Mute audio: tekan Ctrl + ↓
Unmute audio: tekan Ctrl + ↑
Seek back 15 seconds: tekan
Seek back 10 %: tekan Ctrl + ←
Seek forward 15 seconds: tekan
Seek forward 10 %: tekan Ctrl + →
Seek to the beginning: tekan Home
Seek to the end: tekan End

Itulah semua keyboard shortcut dan fungsi dari tombol kombinasi keyboard shortcut pada browser mozilla firefox. Anda harus menekan tombol secara satu persatu namun jangan dilepas saat menekan tombolnya sebelum semua kombinasi sudah anda tekan. Itulah kode-kode shortcut atau tombol pintasan pada mozilla firefox, sekian dan terima kasih.
Source keyboard code: https://support.mozilla.org/en-US/kb/keyboard-shortcuts-perform-firefox-tasks-quickly

Pengertian Tentang Akun Google Adsense Bug

Pada kehidupan sehari-hari pada era modern ini kita sudah akrab dengan yang namanya teknologi terutama dalam bidang komputasi, nah, brbicara mengenai komputasi pasti anda pernah mendengar kata "bug" (dalam bahasa inggris di baca bag) jika diterjemahkan artinya adalah kumbang. Hah, kumbang? lantas apakah bug (kumbang) itu? Bug dalam dunia komputasi adalah kesalahan atau kekurangan yang terdapat pada komputer, dimana komputer tersebut belum bekerja maksimal dan masih perlu diperbaiki atau dikembangkan lagi, begitu juga dengan suatu software atau program aplikasi pada komputer.

Namun kali ini kita tidak akan membicarakan bug pada komputer, namun bug pada akun google adsense. Adsense hasil bug sepertinya mulai ramai diperbincangkan pada bulan november 2015 yang lalu, dimana sistem google pada saat itu "kecolongan" atau terdapat celah sehingga banyak orang yang memanfaatkannya untuk mendaftar akun adsense dengan jumlah banyak dan langsung mendapat akun adsense jenis non-hosted. 

Hasil bug disini adalah kita mendaftar dengan mengecoh sistem pendaftaran google adsense dimana yang pertama kita mendaftar untuk addwords, kemudian diteruskan ke situs adsense , dan langsung diteruskan lewat youtube. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui trik tersebut pada waktu itu , hanya segelintir orang saja yang mengetahui triknya. Alhasil terjadilah jual beli akun adsense IDR hasil bug.

Pengertian adsense hasil bug

Apakah adsense bug menyalahi prosedur? Adsense hasil bug saya rasa tidak menyalahi prosedur, karena sudah ada yang membuktikan bahwa jenis adsense hasil bug juga sudah menerima PIN, ada juga yang sudah sampai Pay Out a.k.a PO.

Kenapa akun adsense dengan bug banyak menjadi perdebatan? Seperti yang kita ketahui, prosedur pembuatan akun adsense sampai tahap approval sangat panjang, yaitu melewati proses review terlebih dahulu, bahkan sampai 2 kali review (tahap pertama dan kedua) namun dengan akun bug tersebut tidak perlu melakukan tahap review, intinya akun bisa jadi dan iklan sudah bisa tayang dan earning sudah berjalan walaupun tanpa pemberitahuan approval dari google lewat email. Hal ini lah yang menjadi permasalahannya, apakah akun bug itu aman atau tidak selalu menjadi perdebatan di forum atau grup.

Catatan:

Jika anda adalah salah satu pengguna akun bug, saya tidak menyarankan untuk terus menggunakan akun tersebut, kita tidak tahu resiko kedepannya seperti gagal pay out (pembayaran ditangguhkan), bannednya akun, dll. Saya sendiri lebih memilih bermain aman dalam arti mengikuti prosedur pendaftaran adsense dengan benar dan sesuai kebijkan dari google. Namun semuanya kembali kepada anda, apakah anda terus menggunakan akun tersebut atau tidak. Sekian artikel tentang "Pengertian Tentang Akun Google Adsense Bug" semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Apa Itu AGC? Ini Kelebihan Dan Kekurangan Blog Dengan Teknik AGC

Ketika kita sedang bermain di media sosial atau browsing di internet kita kerap mendengar AGC, khususnya di facebook terutama grup-grup yang berniche tentang internet atau web/blog pasti sering membicarakan tentang AGC. Lantas apa itu AGC? AGC adalah singkatan dari Auto Generated Content, AGC merupakah salah satu teknik dalam dunia blogging, dalam teknik AGC, author web dapat memanipulasi konten hasil pencarian di mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing, Yandex, atau search engine lainnya. 

Mengapa saya katakan memanipulasi? ya, dengan memanfaatkan AGC keyword yang dimasukkan oleh pengunjung di mesin pencari akan mengarah ke website yang menggunakan teknik AGC, namun setelah pengunjung mengklik hasil pencarian tersebut mereka tidak menemukan apa yang mereka cari, oleh karena saya mengatakan AGC merupakan salah satu teknik manipulasi konten.

Biasanya web yang banyak menggunakan teknik AGC adalah web yang menggunakan web server (selft host) sebagai contoh menggunakan plugin AGC di wordpress self host. Untuk menggunakan teknik AGC ternyata juga tidak sembarangan server, jika anda pengguna web server dengan bandwith terbatas (limit) (shared hosting) website anda akan down ketika dikunjungi oleh puluhan ribu visitor hasil AGC, oleh karena itu pengguna AGC banyak yang menggunakan VPS karena bisa menampung daya bandwith yang sangat besar.

Berikut ini adalah contoh salah satu teknik AGC:

Misalnya anda mencari sebuah film keluaran terbaru dengan kata kunci "download film bla bla" maka akan muncul beberapa hasil pencarian di mesin pencari, misalnya anda mengklik web hasil pencarian nomor 2, namun isi dari web tersebut hanyalah halaman tag atau halaman kategori kosong yang terdapat artikel lain yang tidak berhubungan dengan keinginan kita.

Apa Itu AGC? Ini Kelebihan Dan Kekurangan Blog Dengan Teknik AGC

Kelebihan dan kekurangan menggunakan teknik AGC

Mengapa banyak web developers yang menggunakan teknik AGC ini? jawabannya tentu saja untuk meningkatkan traffic sehingga menghasilnya pundi-pundi dollar (uang) dari hasil AGC tersebut. Apalagi jika author web tersebut menggunakan metode CPM (cost per million) maka dengan mudahnya mendapatkan visitor dan uang dari teknik AGC.

Namun, tahukah anda? ada beberapa kelebihan dan kekurangan pada teknik ini, saya akan bahas kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan:
  • Bisa mendatangkan banyak visitor dalam angka ribuan bahkan puluh ribuan per hari.
  • Menghasilkan ribuan pageview jadi sangat menguntungkan jika web tersebut menggunakan iklan CPM.
  • Dapat menghasilkan autopost dari AGC (tidak perlu letih mengetik artikel).
  • Kerja santai dalam mengelola web.
Kekurangan:
  • Web yang menggunakan teknik AGC tidak cocok jika menggunakan iklan PPC (pay per click) karena akan menyebabkan banyaknya klik yang tidak wajar.
  • Bandwith hosting lebih cepat mencapai limit, jelas, karena ribuan visitor menyebabkan bandwith terkuras, apalagi jika pengguna web hosting dengan bandwith kecil, bandwith penuh menyebabkan website menjadi down dan tidak bisa diakses.
  • Penggunaan AGC dalam jangka panjang menyebabkan web menjadi deindex dari mesin pencarian, hal ini disebabkan karena AGC sudah di deteksi oleh algoritma mesin pencarian.
  • Jika web sudah deindex maka traffic web akan menurun drastis.
Dengan kelebihan dan kekurangan seperti pada uraian di atas masihkah anda mau menggunakan metode AGC ini? menurut saya pribadi, penggunaan AGC lebih banyak kekurangannya dari pada kelebihannya, sebagai contoh saja visitor akan malas/enggan mengunjungi situs AGC karena visitor menganggap web tersebut menipunya.

Jadi jika anda masih awam dalam penggunaan AGC saya tidak menyarankan menggunakan teknik ini. AGC biasanya digunakan oleh mereka yang sudah paham resiko akan penggunaan AGC, mereka menggunakan AGC mungkin sudah mampu mengoptimalkan manfaat daripada kekurangan dari AGC sendiri. Demikianlah artikel saya kali ini, semoga artikel ini dapat berguna dan menambah wawasan kita tentang dunia internet dan blogging, sekian dan terima kasih.

Alasan Mengapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya

Kemiskinan ada dimana-mana. Lalu kenapa pemerintah tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya lalu dibagikan kepada orang miskin? Rasanya masalah kemiskinan akan langsung selesai. Hehe

Dalam menerbitkan atau mencetak uang, terdapat dua macam sistem, yang disebut “pseudo gold” dan “uang fiat”.

Dalam sistem pseudo gold, uang yang dicetak dan beredar didukung dengan cadangan emas atau perak yang dimiliki badan yang menerbitkannya. Sedangkan dalam sistem uang fiat, uang yang beredar tidak didukung aset yang riil, bahkan tidak didukung apa-apa.

Artinya, dalam sistem fiat, pemerintah atau badan yang menerbitkan uang bisa mencetak uang sebanyak apa pun sesuai keinginan.

Dalam ekonomi, kita tahu, harga barang akan tergantung pada perbandingan jumlah uang dan jumlah persediaan barang. Jika barang lebih banyak dari jumlah uang yang beredar, maka harga akan cenderung turun. Sebaliknya, jika jumlah barang lebih sedikit dibanding jumlah uang yang beredar, maka harga-harga akan cenderung naik. Karena itulah, pencetakan uang secara tak langsung juga ditentukan oleh hal tersebut, agar tidak terjadi inflasi.

Apabila suatu negara—dengan alasan miskin—mencetak uang sebanyak-banyaknya, yang terjadi bukan negara itu menjadi kaya, tetapi justru akan semakin miskin. Karena, ketika jumlah uang yang beredar semakin banyak, harga-harga barang akan melambung tinggi, dan inflasi terjadi. Akibatnya, meski uang dicetak terus-menerus, uang itu tidak bisa disebut kekayaan, karena nilainya terus merosot turun.

Indonesia pernah melakukan pencetakan uang dalam jumlah banyak, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Karena pemerintah belum bisa maksimal memungut pajak dari rakyat waktu itu, Soekarno pun mengambil kebijakan untuk mencetak uang secara berlebih. Hasilnya tentu inflasi. Semakin banyak uang dicetak, harga barang semakin tinggi, dan terjadi hiperinflasi. Sampai akhirnya mahasiswa berdemonstrasi yang terkenal dengan sebutan Tritura (tiga tuntutan rakyat), yang salah satunya permintaan agar harga-harga diturunkan.


Kasus yang terbaru terjadi di Zimbabwe. Pada 2008, pemerintah Zimbabwe mengeluarkan kebijakan untuk mencetak uang dalam jumlah sangat banyak, yang ditujukan untuk memperbanyak pegawai negeri yang diharapkan akan mendukung pemerintah. Hasilnya adalah inflasi yang gila-gilaan. Negara itu bahkan memegang rekor dalam hal inflasi tertinggi di dunia, yaitu 2.200.000% (2,2 juta persen) pada 2008.

Sebegitu cepatnya tingkat inflasi terjadi, hingga kenaikan harga di Zimbabwe tidak terjadi dalam hitungan minggu atau bulan, tetapi menit bahkan detik. Dalam setiap beberapa detik, para pegawai di toko-toko Zimbabwe terus sibuk mengganti label-label harga pada barang-barang yang mereka jual, karena terus terjadi pergantian harga akibat inflasi yang menggila.

Pada 20 Juli 2008, Bank Sentral Zimbabwe bahkan menerbitkan pecahan uang senilai 100 milyar dollar, yang merupakan rekor pecahan uang dengan nominal terbesar di dunia. Uang dengan nominal besar itu, ironisnya, tidak memiliki nilai yang sama besarnya, karena digerus oleh inflasi akibat harga-harga yang melambung luar biasa tinggi. Untuk membeli sembako, misalnya, orang di Zimbabwe harus membawa uang sampai seember.

Jadi, negara miskin (ataupun negara yang tidak miskin) tidak mencetak uang dalam jumlah berlebihan, karena adanya pertimbangan seperti yang digambarkan di atas.

Lalu Kenapa Suatu Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-Banyaknya?
Kalau membaca berita tentang hutang negara yang menumpuk serta angka kemiskinan yang sangat besar, mungkin terpikir oleh kita "bagaimana kalau Indonesia mencetak uang semaunya, untuk melunasi hutang negara maupun memberantas kemiskinan ataupun mengembalikan uang korupsi yang hilang". Beres kan?

Nah, seandainya pemerinta Republik Indonesia mencetak uang sebanyak banyaknya, semua rakyat dapat hujan uang. Timbul pertanyaan, siapa yang mau capek kerja sedangkan sudah ada jaminan uang untuk hari ini dan besok. Nah, kalau gitu siapa yang mau kerja jadi petani padahal uang sudah ada di tangan?

Misalkan, rakyat Indonesia tidak ada yang mau jadi petani. Lalu kita mau maka apa sedangkan makanan pokok berasal dari sektor pertanian? Akibatnya akan terjadi inflasi, yaitu kenaikan harga barang barang di pasaran.

Rasio antara uang yang dicetak dan jumlah uang yang beredar adalah salah satu cara menentukan nilai suatu uang. Makanya, bila uang yang beredar ditambah tapi jaminannya tidak ditambah maka nilai uang akan turun (inflasi). Akibatnya bila biasanya Rp. 1.000 bisa membeli x barang, setelah uang mengalami inflasi Rp.1.000 hanya bila membeli 1/2 x.

Dengan kata lain jumlah uangnya banyak tapi nilainya tidak ada, kalau nilainya tidak ada maka negara lain tidak ada mau menerima uang kita. ujung-ujungnya utang tidak akan pernah terbayar.

Jadi inilah alasannya kenapa pemerintah tidak bisa seenaknya mencetak uang sebanyak banyaknya: karena uang dicetak sebanyak-banyaknya maka para pedagang selalu akan menaikkan harga. Lagipula, pikir mereka. yang beli uangnya lebih banyak dari sebelumnya

Efek ini terus berulang bagai lingkaran setan sehingga sebagian besar harga barang akan mengalami kenaikan harga padahal barangnya sama persis seperti sebelumnya. Inlah yang dilihat sebagai jatuhnya nilai mata uang dimana nilai tukar uang terhadap barang turun (karena harga barang naik).

Karena harga barang naik, maka akan ada semakin banyak orang miskin. Itulah yang akan terjadi apabila inflasi tidak terkendali. Itulah logikanya.
Source : Facebook Post